Sejarah Islam Pada Masa Nabi



A.LATAR BELAKANG

  Peradaban islam sangat berkembang,bahkan sampai saat ini pemeluk agama islam sudah berkembang ke seluruh pelosok dunia.Semua itu berawal dari zaman Rasulullah yang memulai aktifitas dakwahnya di wilayah Arab.Peranan beliau yang begitu kuat serta strategi yang beliau lakukan membuat islam berkembang.Bertahan dari hujatan kaum kafir tak membuat rasulullah putus asa.Bahkan bangsa Arab yang dulu terkenal dengan bangsa yang kejam mampu di rubah menjadi sebuah bangsa berhukumkan islami.Kedatangan Rasulullah mampu menaklukkan Arab menjadi negara islami.Hingga saat ini dapat di ketahui bahwa pengaruh Rasulullah sangat lah besar.Dan sejarah tidak akan pernah melupakan bagaimana perjuangan beliau.



B.RUMUSAN MASALAH

1.Bagaimana kedatangan Rasulullah SAW?

2.Bagaimana islam periode Makkah?

3.Bagaimana islam periode Madinah?

4.Bagaimana bangsa Arab sesudah kedatangan Islam?

C.TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui perjalanan dakwah Rasulullah dalam menyebarkan islam.Serta mengetahui karakter masyarakat arab setelah datangnya islam.









                                                                                                                                                   2



                                                                                   

KATA PENGANTAR

بسم اللّه الرحمن االرحيم

Assalamu’alaikum wr wb

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa atas berkah, rahmat, dan karuniaNya yang telah diberikan sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai bahan pembelajaran dalam mata kuliah Sejarah Kebudayaan  Islam.

Kami sampaikan terimakasih kepada Bapak H.Fauzan Naif selaku Dosen mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang telah member bimbingan kepada kami dan teman-teman yang telah ikut serta dalam menyelesaikan makalah ini, karna tanpanya makalah ini tidak dapat terselesaikan.

Dengan adanya makalah ini masih banyak kekurangan, jauh dari kesempurnaan karna kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Maka dari itu, kritik dan saran sangat kami harapkan untuk perbaikan di kemudian hari. Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Wassalamu’alaikum wr wb

Yogyakarta, 22 september 2015

Penyusun

3

                                                                                                                                               

BAB II

PEMBAHASAN



Kedatangan Rosulullah SAW
Agama kristen tidak dapat merealisasikan tujuan-tujuannya di tengah masyarakat manusia dan tidak mempunyai suatu langkah efektif untuk menyelesaikan badai kesesatan dan penyimpangan yang melanda dunia. Dan situasi Romawi tidak kalah buruknya dengan musuh mereka di Persia. Bahkan, keadaan semenanjung Arab tidak lebih baik dari keduanya. Alhasil, semua berada dalam tepi jurang api.

Al-Qur’an telah menggambarkan secara tragedi yang dialami manusia saat itu. Dunia kala itu tampak tak bercahaya, kesombongan merajalela, dedaunan mulai layu, buahnya mulai tumbang, dan airnya mulai mengering. Menara-menara petunjuk telah lenyap dan agen-agen kejahatan bermunculan. Mereka bermuka masam dihadapan pendukung dan pencari kebenaran. Mereka mengobarkan fitnah. Makanan mereka bangkai, slogan mereka kecemasan, dan selimut mereka adalah pedang.

Dalam keadaan pelik yang dilalui oleh manusia itu, terbitlah cahaya ilahi yang menerangi manusia dan Negeri, dan mengabarkan kabar gembira tentang kehidupan yang mulia dan kebahagiaan yang abadi. Itu terjadi ketika bumi diberkati oleh kelahiran oleh seorang Nabi yang Mulia, Muhammad bin Abdullah as pada tahun Gajah (570M) dan pada bulan Rabiul Awal, sebagaimana disepakati oleh ahli hadis dan sejarawan.

Sumber-sumber sejarah mencatat beberapa peristiwa yang unik di hari kelahiran beliau, yakni :

Berbagai gempa yang terjadi, seperti hancurnya beberapa gereja dan peribadatan kaum yahudi.
Robohnya berbagai hal yang di sembah selain Allah dari tempatnya
Tumbangnya berbagai berhala yang diletakkan di Ka’bah.
4

Peristiwa tersebut membuat para tukang sihir dan para dukun terbelalak dan tak berdaya untuk menafsirkannya. Serta terbitlah bintang-bintang yang tak terlihat sebelumnya.

Melalui lisan Nabi Isa as, Injil pun telah memberitakan kabar gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagaimana hal ini di kemukakan oleh Al-Qur’an dan dibenarkan oleh Ahlul kitab. [1]

Pada tanggal 29 Agustus yang bertepatan dengan 12 Robiul Awwal lahir Muhammad sebagai pembawa islam. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir , sedangkan ibunya wafat ketika Nabi berusia 6tahun. Beliau yang dikenal sebagai orang yang berbudi luhur, berkepribadian kuat, dan sebagai al-amin (dapat dipercaya).

Sewaktu usia 15 tahun, Muhammad ikut serta dalm peperangan fijjar , memihak pamannya, terjadi di antara Suku Quraisy dan Kinanah dengan suku Qais Alian. Perang ini yang terkenal sebagai perang fijjar karena terjadi pada bulan haram yang di haramkan menumpahkan darah. Saat itu, Muhammad membantu pamannya mempersiapkan keperluan perang. Di tengah perilaku sehari-hari dan keberagaman yang menyimpang dari prinsip tauhid yang pernah diajarkan Nabi Ibrahim, hadirlah cahaya baru, yaitu Islam, yang dibawa oleh Muhammad.

Melihat situasi masyarakatnya yang semakin jauh dari prinsip-prinsip kebenaran, Muhammad memutuskan untuk banyak melakukan kontemplasi. Dan pada akhirnya orang muda yang berkontemplasi ini di amanahi oleh Allah untuk menjadi Nabi dan Rosul Allah. Penunjukkannya sebagai Nabi ini dengan turunnya wahyu Ilahi ketika ia berada di gua Hira, tepatnya berusia 40 tahun, Wahyu yang pertama diterimanya adalah Surat Al-‘Alaq , ayat 1-5.

Pada masa ini, beliau belum disuruh untuk menyeruh kepada ummatnya, agar segera mempercayai kenabiannya dan menyatakan kesediaan untuk mengikutinya adalah istrinya, Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan mantan hamba sahanya Zaid bin Haritsah. Dengan demikian, pendukung pertama Nabi Muhammad adalah keluarganya sendiri.

Sesudah mengajak keluarganya sendiri, Nabi mengajak orang-orang Quraisy untuk mengesakan Allah, dan bahwa tiada sekutu baginya, sebagaimana termuat dalam QS. Al-Hijr : 94.



Islam Periode Makkah
Nabi di perintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan setelah selama 3 tahun Nabi melakukan dakwah secara diam­-diam. Kemudian kaum Quraisy merasa terancam dengan berkembangnya dakwah islam. Mereka berusaha menghalang-halangi dakwah islam itu dengan berbagai cara, diantaranya dengan memutuskan hubungan antara kaum muslim dan suku Quraisy, menyiksa mereka yang lemah (sampai-sampai ada yang dibunuh , sehingga Rosulullah memerintahkan agar mereka hijrah ke habsyi).

Mereka tidak berani untuk menyakiti Nabi karena ia mendapat perlindungan dari pamannya, Abu Thalib yang sangat di segani kaum Quraisy. Peran Abu Thalib sangat khas, karena ia membenarkan islam, membela Muhammad , namun tidak mengikuti apa yang dibelanya itu. Namun sesudah itu, Abu Thalib dan Siti Khadijah meninggal dalam waktu hampir bersamaan, dan orang-orang Quraisy memandang bahwa Nabi sudah tanpa pelindung lagi yang sangat di segani di kalangan kaum Quraisy, dan kaum Quraisy yang menentang Nabi semakin keras mengganggu Rosulullah. Nabi akhirnya memilih untuk menyiarkan agama keluar dari Makkah, yaitu ke Thaif, namun Nabi di tolak, bahkan mereka menyakitinya dengan melempar batu.

Dengan berkali-kali dan berbagai cara kaum Quraisy Mekkah berusaha menghalangi nabi untuk berdakwah, sampai nabi di tawari dengan harta, tahta, wanita asal nabi memberhentikan dakwahnya. Semua tawaran tersebut di tolak mentah-mentah dengan perkataan nabi “Demi Allah ,biarpun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti melakukan ini hingga agama ini menang atau aku binasa karenanya.

6

Dalam keadaan yang terjepit ini Allah memperkenankan Nabi untuk menghadap Allah langsung dengan memperjalankan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha selanjutnya ke Sidrah al-muntaha. Peristiwa ini dikenal dengan Isra’ Mi’raj. Melalui peristiwa ini Rosulullah mengerti siapa saja antara ummatnya yang benar-benar dengan kepercayaanya kepada Allah dan yang masih di selubungi keraguan. Pada situasi ini, Abu bakar shidiq langsung saja begitu percaya dengan adanya Isra’ Mi’raj.

Kemudian Nabi Muhammad hijrah ke Yastrib untuk memenuhi undangan masyarakat Yastrib untuk datang kesana sebagai pendamai. Adanya undangan resmi itu sebanyak dua kali, sedangkan penduduk Mekkah tidak banyak berubah. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi untuk hijrah ke Yastrib.

Sesudah masyarakat Madinah kokoh, Nabi segera merancang untuk menyebarkan Islam kembal ke Mekkah. Ia memiliki strategi jitu yaitu merebut kota Mekkah terlebih dahulu, untuk kemudian dari kota ini menyiarkan islam ke daerah-daerah lainnya. Ada dua faktor, yaitu yang pertama, letak Mekkah yang sangat strategis dan yeng kedua apabila suku Muhammad sendiri dapat di islamkan , Islam akan memperoleh dukungan yang besar karena suku Quraisy sendiri mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar.

Tidak dapat di ingkari bahwa ada sebuah alasan yang mendesak, yang tiada hentinya, yaitu permusuhan orang Quraisy Mekkah terhadap kaum muslim, bahkan setelah akum muslim bermigrasi ke madinah. Dan orang–orang Quraisy Mekkah mengancam Madinah di karenakan Nabi dan para pengikutnya dari Mekkah telah bergabung dengan suku lainnya di Madinah. [2]

3.ISLAM PERIODE MADINAH

Dalam menjalakan misi kenabian ini,meski ada perjanjian damai namun kenyataannya tekanan kafir Quraisy justru semakin gencar di jalankan.Bahkan pertumbuhan Islam tak menjadikan redanya permusuhan dan serangan kaum kafir.Melihat keadaan ini Rasulullah akhirnya berhijrah ke tanah Madinah beserta para sahabat.Namun hal ini bukan menjadi faktor utama dalam hijrahnya Nabi SAW,akan tetapi Nabi juga memenuhi undangan masyarakat Madinah untuk datang sebagai pendamai.Peristiwa hijrah ini tercatat sebagai salah satu lembaran terpenting dalam peradaban islam di Madinah.Dengan pindah ke Madinah, Nabi berhasil meletakkan dasar-dasar kemasyarakatan islam sebagai berikut.

Pertama,mendirikan masjid sebagai tempat bertemu dan berkumpul di samping sebagai untuk beribadah.Masjid sangat berperan penting dalam mempersatukan umat yang terdiri berbagai suku.Bahkan dalam pendiriannya Nabi terjun langsung bersama para pengikutnya.Kedua,mempersaudarakan antara kaum muslim,baik antar muhajirin ataupun muhajirin dengan anshar.Ketiga,membuat perjanjian untuk saling bekerja sama dan saling membantu antara kaum muslim dan non muslim.Perjanjian ini di kenal dengan Piagam Madinah.

Dasar politik Madinah adalah keadilan yang harus di kerjakan tanpa pandang bulu.Mereka semua sama dan yang membedakan adalah ketakwaan pada Allah.Yang lain adalah prinsip musyawarah dalam memecahkan segala masalah yang terjadi.

Sesudah Madinah berdiri kokoh,maka Nabi melakukan srategi untuk menyebar islam ke luar Madinah.Sasaran utama yang di tuju Nabi adalah kota Makkah.Namun,tidak dapat di pungkiri bahwa rasa kebencian yang dalam menjadikan kaum kafir melakukan ancaman bahkan melakukan perang,seperti:perang badar,perang uhud,perang khandaq ddl.

Satu hal yang tak kalah penting adalah ketika Nabi beserta rombongan kaum muslim ingin melaksanakan ibadah haji di makkah,Beliau di cegah oleh kaum kafir Quraisy.Akhirnya terjadi perjanjian yang di namakan perjanjian Hudaibiyah.Ada beberapa sahabat yang tidak setuju dengan isi perjanjian tersebut,karena di anggap merugikan kaum muslim.Namun kenyataannya perjanjian tersebut menguntungkan Nabi dan pada akhirnya Abu Sufyan menghapus pasal tersebut.

8

Pengaruh perjanjian Hudaibiyah membawa peluang besar dalam memasyarakatkan agama islam di luar madinah dan makkah.Pada peristiwa fathumakkah nabi dan sahabatnya yang berjumlah lebih dari 10.000 orang memasuki kota Makkah tanpa adanya sebuah perlawanan.seruan Nabi kepada penduduk sana adalah jika mereka berdiam diri di rumah masing-masing,atau berlindung di ka’bah atau di rumah pemimpin mereka maka mereka di beri jaminan keamanan oleh Allah dan Rasul-Nya.ini termasuk grasi umum yang di berikan Nabi kepada penduduk Makkah.

Pemerintahan yang di bentuk Nabi di madinah sangatlah prinsipel.Nabi Muhammad sebagai pelaksana namun juga tidak mengabaikan kedaulatan rakyatnya.Pemerintahannya bersifat republik bukan monarki.Negara islam yang di kepalai Muhammad SAW ,memberi kebebasan kemerdekaan individu,beragama,dan hak sosial sebagai warga negara.Oleh karena itu para ahli menyebutnya sebagai islamic state.Dengan demikian,pemerintahan nabi memiliki sebuah institusi yang berdaulat.Nabi Muhammad tidak hanya sebagai kepala negara tapi juga kepala angkatan perang serta sebagai seorang hakim pengadilan.

4.PENGARUH ISLAM TERHADAP BANGSA ARAB

Selama lebih dari 20 tahun Rasulullah menghadapi kancah peperangan dari orang kafir,selam itu pula Beliau tidak pernah berputus asa dan tetap kuat menghadapi serangan dari mereka,beliau selalu sabar dan tidak pernah balas dendam.Setelah selam itu,akhirnya beliau mendapatkan gemilangnya dakwah beliau dimana umat islam semakin banyak.

Jazirah Arab yang terkenal berhalanya,sifat keras,kejam,aniaya.akhirnya mampu tergerak hatinya dengan nuansa islam yang di bawa Rasulullah.Setelah islam datang sayup-sayup udara di Arab bergeming lantunan adzan serta al Quran.Para muta’allim merambah kemana-mana untuk mengajarkan islam.Eratnya persaudaraan membuat islam semakin kuat.

Berkat dakwah islam maka bangsa arab terbebas dari penindasan,tidak ada lagi pelecehan terhadap wanita,tidak ada perbudakan,sistem kasta terhapus,terlepasnya kedhaliman.Begitulah keadaan bangsa arab setelah islam datang.Tidak lagi bernuansa jahiliyah namun nuansanya penuh keindahan islamiyah.

9

KESIMPULAN

Masa Nabi adalah masa dimana islam masih lah sulit diterima oleh banyak orang.Apalagi kondisi Arab yang selalu keras dalam mempertahankan agama nenek moyang mereka.itu semua adalah hambatan dalam awal berkembangnya islam.Namun,Nabi tidak pernah putus asa ketika bnyak orang menghujatnya akan agama yang di bawanya.Ketika orang Makkah tidak menerimanya maka nabi pun hijrah dan mulai dari situlah isalm berkembang.Dan di mulai dari Madinah nabi mengawali pemerintahan islam.Banyak peperangan juga terjadi pada masa nabi namun semua itu luntur dan politik islam mulai di jalankan.Beliau sendiri yang memimpin pemerintahan itu hingga beliau wafat.Dan pemerintahan beralih kepada para sahabat beliau.

10

[1] Sang Adiinsan, Muhammad Rasulullah SAW, hlm 74

5

[2] M.Abdul Karim, Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Islam di Perancis

Sejarah Islam di india

Isi 7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara Beserta Gambarnya